JUALAN PARKTIS DALAM IKLAN
MAKSUD loe..? Mungkin itu pertanyaan yang muncul dikepala anda ketika membaca judul di atas. Maksud saya adalah bagaimana mengemas tata-cara berjualan yang kemudian diimplementasikan ke dalam promosi. Berangkat dari bacaan-bacaan berat yang ditulis oleh para pakar promosi, mungkin malah membuat pusing. Bagaimana cara mengimplementasikan unsur-unsur pokok dalam penjualan seperti produk, harga, tempat, dan kemasan produk ketika berhadapan dengan logika pasar yang praktis dan pragmatis ini. Saya sarankan baca semua teori-teori tersebut semampu anda, pahami, kemudian lupakan. Lho kok?
Teori dalam kehidupan pragmatis seringkali hanya dapat dijadikan pengetahuan, selebihnya tergantung pada kreativitas dan improvisasi menurut intuisi anda. Intuisi dalam berdagang tentunya. Kenapa bisa bigitu? Ya! Karena jika anda yakin dengan langkah yang anda ambil maka keberhasilan itu (ada yang bilang) sudah mencampai 90%. Yang 10% adalah keberuntungan. Keyakinan sangat berperan dalam mensugesti diri ketika hendak mengukir keberhasilan. Mangkanya, munculah kemudian ajaran hypnomarketing . Nah, jika anda suka dengan acara 'sulap' yang dipandu Romy Rafael (seorang Master Hypnotis) kurang lebihnya seperti itu. Bagaimana membuat orang terhipnotis oleh kekuatan teknik jualan yang anda yakini. (Tapi saya tidak akan membahas hynomarketting ini karena saya bukan ahlinya he he he...).
Yakin seyakin-yakinnya dengan produk dan langkah strategi marketing merupakan fondasi, yang digali dari kekuatan dan kelemahan produk yang anda hasilkan, kompetitor yang sudah ada, posisi produk terhadap segmentasi pangsa pasar dan sebagainya-dan sebagainya. Tanpa adanya penggalian-penggalian tersebut, promosi tidak akan ada artinya sama sekali. Tidak ngefek!!
Misalnya untuk produk hi-end dengan segmentasi kelas ekonomi atas tentunya tidak akan manjur jika mengandalkan strategi 'diskon harga', lebih tepat jika betul-betul mengedapankan kualitas yang lebih baik dari kompetitornya. Dengan strategi harga murah bisa-bisa malah membuat calon konsumen menjadi ragu. Sebaliknya untuk kelas low-end, promo dengan 'diskon sale' nampaknya masih menjadi andalan. Bagi produk-produk baru, promo yang bersifat 'edukasi' sangat diperlukan. Misalnya, memberikan free sample produk atau demo beserta penjelasan secara detail. Kemdian, hadiah-hadiah juga masih menarik untuk dijadikan senjata ampuh untu menjerat calon konsumen. Dan masih banyak lagi, dimana pengusaha atau pedagang membutuhkan konsultan promosi (account executive) dari biro iklan yang sudah dibekali dengan pengetahuan untuk melakukan penggalian-penggalian terhadap produk. Saya sarankan, anda sebagai pengusaha tidak perlu sampai terlibat memikirkan sampai mendalam dan detail karena proses ini sangat menyita waktu dan pikiran. Anda cukup menyediakan informasi-informasi yang akurat, apa adanya tanpa rekayasa yang dubutuhkan oleh biro iklan melalui AE nya untuk diolah menjadi design iklan, strategi serta media yang digunakan untuk berpromosi. Tidak perlu gengsi atau malu untuk mengungkap kelemahan produk, karena AE atau Biro Iklan yang baik akan mampu menyulap kelemahan menjadi kekuatan dahsyat yang mampu menghipnotis calon konsumen. Ternyata rumit juga ya, meskipun saya tulis sepraktis mungkin he he he...
Oke! Mungkin cara 'bodoh'nya secara umum begini saja, buatlah program penjualan seperti (1) harga yang lebih murah dibanding kompetitor (2) memberi hadiah atau gift kepada customer (3) memberi jaminan purna jual atau garansi (4) berilah layanan yang memuaskan kepada pelanggan (5) kemasan yang 'layak' dan banyak lagi inovasi yang perlu anda gali. Jika semua itu sudah anda siapkan, maka promosi pun siap dilakukan, tinggal anda serahkan ke biro iklan untuk dapat diolah lebih mendetail.
Masih bingung? Tidak apa-apa, karena dalam komunitas ini saya sediakan ruang tanya jawab dan diskusi. Kalau saya tidak mampu menjawab, tentunya akan ada anggota forum yang bisa memberi masukan. Ini lah gunanya 'forum-forum pertemanan' seperti ini. Akhir kata wassalamu'alaikum wr wb. Salam CREATIVE!!!
MAKSUD loe..? Mungkin itu pertanyaan yang muncul dikepala anda ketika membaca judul di atas. Maksud saya adalah bagaimana mengemas tata-cara berjualan yang kemudian diimplementasikan ke dalam promosi. Berangkat dari bacaan-bacaan berat yang ditulis oleh para pakar promosi, mungkin malah membuat pusing. Bagaimana cara mengimplementasikan unsur-unsur pokok dalam penjualan seperti produk, harga, tempat, dan kemasan produk ketika berhadapan dengan logika pasar yang praktis dan pragmatis ini. Saya sarankan baca semua teori-teori tersebut semampu anda, pahami, kemudian lupakan. Lho kok?
Teori dalam kehidupan pragmatis seringkali hanya dapat dijadikan pengetahuan, selebihnya tergantung pada kreativitas dan improvisasi menurut intuisi anda. Intuisi dalam berdagang tentunya. Kenapa bisa bigitu? Ya! Karena jika anda yakin dengan langkah yang anda ambil maka keberhasilan itu (ada yang bilang) sudah mencampai 90%. Yang 10% adalah keberuntungan. Keyakinan sangat berperan dalam mensugesti diri ketika hendak mengukir keberhasilan. Mangkanya, munculah kemudian ajaran hypnomarketing . Nah, jika anda suka dengan acara 'sulap' yang dipandu Romy Rafael (seorang Master Hypnotis) kurang lebihnya seperti itu. Bagaimana membuat orang terhipnotis oleh kekuatan teknik jualan yang anda yakini. (Tapi saya tidak akan membahas hynomarketting ini karena saya bukan ahlinya he he he...).
Yakin seyakin-yakinnya dengan produk dan langkah strategi marketing merupakan fondasi, yang digali dari kekuatan dan kelemahan produk yang anda hasilkan, kompetitor yang sudah ada, posisi produk terhadap segmentasi pangsa pasar dan sebagainya-dan sebagainya. Tanpa adanya penggalian-penggalian tersebut, promosi tidak akan ada artinya sama sekali. Tidak ngefek!!
Misalnya untuk produk hi-end dengan segmentasi kelas ekonomi atas tentunya tidak akan manjur jika mengandalkan strategi 'diskon harga', lebih tepat jika betul-betul mengedapankan kualitas yang lebih baik dari kompetitornya. Dengan strategi harga murah bisa-bisa malah membuat calon konsumen menjadi ragu. Sebaliknya untuk kelas low-end, promo dengan 'diskon sale' nampaknya masih menjadi andalan. Bagi produk-produk baru, promo yang bersifat 'edukasi' sangat diperlukan. Misalnya, memberikan free sample produk atau demo beserta penjelasan secara detail. Kemdian, hadiah-hadiah juga masih menarik untuk dijadikan senjata ampuh untu menjerat calon konsumen. Dan masih banyak lagi, dimana pengusaha atau pedagang membutuhkan konsultan promosi (account executive) dari biro iklan yang sudah dibekali dengan pengetahuan untuk melakukan penggalian-penggalian terhadap produk. Saya sarankan, anda sebagai pengusaha tidak perlu sampai terlibat memikirkan sampai mendalam dan detail karena proses ini sangat menyita waktu dan pikiran. Anda cukup menyediakan informasi-informasi yang akurat, apa adanya tanpa rekayasa yang dubutuhkan oleh biro iklan melalui AE nya untuk diolah menjadi design iklan, strategi serta media yang digunakan untuk berpromosi. Tidak perlu gengsi atau malu untuk mengungkap kelemahan produk, karena AE atau Biro Iklan yang baik akan mampu menyulap kelemahan menjadi kekuatan dahsyat yang mampu menghipnotis calon konsumen. Ternyata rumit juga ya, meskipun saya tulis sepraktis mungkin he he he...
Oke! Mungkin cara 'bodoh'nya secara umum begini saja, buatlah program penjualan seperti (1) harga yang lebih murah dibanding kompetitor (2) memberi hadiah atau gift kepada customer (3) memberi jaminan purna jual atau garansi (4) berilah layanan yang memuaskan kepada pelanggan (5) kemasan yang 'layak' dan banyak lagi inovasi yang perlu anda gali. Jika semua itu sudah anda siapkan, maka promosi pun siap dilakukan, tinggal anda serahkan ke biro iklan untuk dapat diolah lebih mendetail.
Masih bingung? Tidak apa-apa, karena dalam komunitas ini saya sediakan ruang tanya jawab dan diskusi. Kalau saya tidak mampu menjawab, tentunya akan ada anggota forum yang bisa memberi masukan. Ini lah gunanya 'forum-forum pertemanan' seperti ini. Akhir kata wassalamu'alaikum wr wb. Salam CREATIVE!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar