KIAT PRAKTIS BERIKLAN
BANYAK faktor yang mempengaruhi 'keberhasilan' sebuah iklan. Begitupun, banyak pula ukuran kepuasan bagi seorang pengiklan. Sebuah iklan dikatakan 'berhasil' ketika mampu menggerakkan pemirsa iklan memberikan respon terhadap produk atau usaha yang diiklankan. 'Berhasil' masuk ke dalam memori, atau bisa jadi sampai menggerakkan pemirsanya untuk mencoba. Tergantung apa tujuan dari beriklan.
Kebanyakan pengiklan (dilingkungan saya), mengukur keberhasilan iklan dari seberapa banyak respon telphone yang masuk atau seberapa besar penjualan yang berhasil dilakukan setelah iklannya muncul di media massa. Ukuran sederhana dan pragmatis. Apakah itu salah? Tidak juga.
Ketika pilihan beriklan memang diperuntukkan segera mendapatkan 'respon' maka pilihan media pun tentunya jatuh kepada media yang memiliki banyak penikmat. Tentunya, media yang demikian itu akan mematok tarif yang 'mahal'. Nah, tentu saja kalkulasi cashflow harus cermat. Apakah uang yang telah dikeluarkan akan 'kembali' sesuai dengan yang diharapkan? (Masalah 'mahal' dan 'murah' ini bisa dibaca kembali artikel: PASANG IKLAN via AGENCY LEBIH MURAH?)
Tidak cuma itu, untuk memperoleh respon seperti yang diharapkan yang perlu dipikirkan apakah iklannya benar-benar cukup menarik perhatian? Untuk dapat menarik perhatian, ada pertimbangan pragmatis yang perlu diperhatikan, apakah produknya berbeda? bagaimana harganya? nilai tambah apa yang akan diperoleh konsumen? Jika ketiga pertanyaan tersebut dijawab dengan'iya' dengan desain iklan sesederhana apa pun dapat dipastikan akan mendapat perhatian. Yang tak kalah menarik untuk diperhitungkan adalah (ini mungkin hanya mitos tapi banyak diyakini oleh pengiklan dilingkungan saya) pada hari apa iklan tersebut ditayangkan ha ha ha...
Secara vulgar begini, produk yang diiklankan harus memiliki kelebihan dibanding produk kompetitor, harganya jauh lebih murah dibanding produk kompetitor, 'hadiah' yang dijanjikan harus menarik, dan tayangkan iklan pada hari senin, kamis dan sabtu yang diyakini banyak orang merupakn hari efektif untuk beriklan. Minimal satu dari ketiganya harus dipenuhi, pastilah akan mendapat 'repon'. Praktis kan?
Beriklan secara praktis dan pragmatis cukup mudah. Tapi jika ingin beriklan dengan harapan yang 'lebih' dan berorientasi pada image building, branding dan posisioning tentunya butuh telaah panjang dan cermat karena akan berpengaruh pada tingkat 'keabadian' usaha dan produk yang ditawarkan. (Apalagi ini?) Tentunya, butuh orang-orang yang memang ahli dibidang promosi dan periklanan.
Selamat beriklan, dan SALAM CREATIVE !!
BANYAK faktor yang mempengaruhi 'keberhasilan' sebuah iklan. Begitupun, banyak pula ukuran kepuasan bagi seorang pengiklan. Sebuah iklan dikatakan 'berhasil' ketika mampu menggerakkan pemirsa iklan memberikan respon terhadap produk atau usaha yang diiklankan. 'Berhasil' masuk ke dalam memori, atau bisa jadi sampai menggerakkan pemirsanya untuk mencoba. Tergantung apa tujuan dari beriklan.
Kebanyakan pengiklan (dilingkungan saya), mengukur keberhasilan iklan dari seberapa banyak respon telphone yang masuk atau seberapa besar penjualan yang berhasil dilakukan setelah iklannya muncul di media massa. Ukuran sederhana dan pragmatis. Apakah itu salah? Tidak juga.
Ketika pilihan beriklan memang diperuntukkan segera mendapatkan 'respon' maka pilihan media pun tentunya jatuh kepada media yang memiliki banyak penikmat. Tentunya, media yang demikian itu akan mematok tarif yang 'mahal'. Nah, tentu saja kalkulasi cashflow harus cermat. Apakah uang yang telah dikeluarkan akan 'kembali' sesuai dengan yang diharapkan? (Masalah 'mahal' dan 'murah' ini bisa dibaca kembali artikel: PASANG IKLAN via AGENCY LEBIH MURAH?)
Tidak cuma itu, untuk memperoleh respon seperti yang diharapkan yang perlu dipikirkan apakah iklannya benar-benar cukup menarik perhatian? Untuk dapat menarik perhatian, ada pertimbangan pragmatis yang perlu diperhatikan, apakah produknya berbeda? bagaimana harganya? nilai tambah apa yang akan diperoleh konsumen? Jika ketiga pertanyaan tersebut dijawab dengan'iya' dengan desain iklan sesederhana apa pun dapat dipastikan akan mendapat perhatian. Yang tak kalah menarik untuk diperhitungkan adalah (ini mungkin hanya mitos tapi banyak diyakini oleh pengiklan dilingkungan saya) pada hari apa iklan tersebut ditayangkan ha ha ha...
Secara vulgar begini, produk yang diiklankan harus memiliki kelebihan dibanding produk kompetitor, harganya jauh lebih murah dibanding produk kompetitor, 'hadiah' yang dijanjikan harus menarik, dan tayangkan iklan pada hari senin, kamis dan sabtu yang diyakini banyak orang merupakn hari efektif untuk beriklan. Minimal satu dari ketiganya harus dipenuhi, pastilah akan mendapat 'repon'. Praktis kan?
Beriklan secara praktis dan pragmatis cukup mudah. Tapi jika ingin beriklan dengan harapan yang 'lebih' dan berorientasi pada image building, branding dan posisioning tentunya butuh telaah panjang dan cermat karena akan berpengaruh pada tingkat 'keabadian' usaha dan produk yang ditawarkan. (Apalagi ini?) Tentunya, butuh orang-orang yang memang ahli dibidang promosi dan periklanan.
Selamat beriklan, dan SALAM CREATIVE !!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar